Ruang Dengar, Mini Konser Akhir Tahun RRCI

Riau Rhythm Chambers mini konser akhir tahun 2015 dalam konsep RUANG DENGAR

Ruang DengarRuang dengar adalah event yang di konsep untuk pertunjukan kecil Riau Rhythm Chambers sepanjang tahun 2015 bekerja sama dengan Richard sang creator dari Sapu Lidi Centre Pekanbaru dalam ruang kreatif, Riau Pos Group media, citron, X-Com dan riau – kepri.com, dimana kelompok musik asal pekanbaru – riau ini mengusung genre world music untuk bisa lebih dekat kepada ruang publik nya sendiri dan berinteraksi dalam ruang diskusi.

Namun ada yang berbeda dalam ruang dengar kali ini. Sebelum nya dalam ruang dengar pertama, pada awal bulan maret 2015 Riau Rhythm mementaskan pertunjukan di taman budaya riau dengan penonton yang terbatas. Dan ruang dengar ke-II pada pertengahan bulan juni 2015 lalu kembali di pentaskan dalam konsep latihan di basecamp Riau Rhythm yang dimana museum sang nila utama provinsi riau adalah tempat proses latihan karya album ke – 7 bertema SUVARNADVIPA saat itu dan dihadiri oleh audiens dari teman – teman wartawan.

Pada hari minggu malam tanggal 27 desember 2015 pukul 20.00 wib bertempat di Sapu Lidi Centre jalan pahlawan kerja – marpoyan pekanbaru, kembali ruang dengar akan hadir di penghujung tahun sebagai penutup pertunjukan Riau Rhythm sepanjang tahun 2015 ini. Riau Rhythm akan  mempresentasikan karya karya pilihan dalam mini konser kepada ruang publik dan diskusi tentang segala sesuatu  dari segi proses berkarya, latihan, manajemen hingga keseharian para musisi dari kelompok yang sudah 14 tahun.

Berbagi informasi, berdiskusi serta membangun komunikasi sosial adalah kekuatan tersendiri yang dimiliki oleh kelompok musik ini. Riau rhythm dengan kekuatan personil 8 orang, sangat serius mengobservasi candi muara takus dan kejayaan sumatera – nusantara yang kekuasaan nya hingga asia tenggara sebagai tema musik proto melayu, serta memainkan konsep musik serius atau bisa diterjemahkan seperti jalan sunyi. Sunyi atau sepi dari penikmat populer (karena sebelum nya riau rhythm dalam album pertama2002 hingga ke – 6 pada tahun 2012 memainkan konsep etno modern dan bergenre new age music lebih kearah kolaborasi gaya musik popular dan tradisi lokal).

Berawal pada tahun 2013 lalu, setelah lolos mengikuti seleksi Indonesia Performing arts Market (IPAM) di gedung pertunjukan salihara jakarta selatan, Riau Rhythm mulai memilih konsep musik serius. Serius bukan hanya dalam konsep bermusik namun juga dalam proses latihan yang rutin hingga terjun langsung ke candi muara takus untuk mempelajari alam, teks sastra lisan serta wawancara ahli waris dan seniman musik asli tradisional Kampar. Study literature dari buku tulisan Prof. Slamet mulyana;Sriwijaya, Coedes, catatan perjalanan pendeta it-Tshing asal canton juga menjadi referensi riau rhythm untuk merekonstruksi kejayaan masa lalu melalui imajinasi dalam ruang – ruang dengar audiens.

Pertunjukan pertama SOUND OF SUVARNADVIPA pada bulan april 2014 di Pekanbaru – Riau hingga sepanjang tahun itu Riau Rhythm melakukan pertunjukan tour keliling sebagian Indonesia di mulai dari Esplanade – Singapura dan dilanjutkan di timur jauh Indonesia jayapura – irian jaya, makasar , Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bandung, Banten, Malang, Jambi. Mempersentasikan karya suvarnadvipa adalah obsesi dari kelompok ini agar konsep melayu nusantara yang hingga asia tenggara agar bisa memperkuat keutuhan bangsa ini yang hamper tergerus oleh perkembangan konsep konsep global hingga banyak saat ini muatan tradisi semakin hilang.

Riau Rhythm Chambers Indonesia diperkuat oleh Rino Dezapati selaku |composer|, Cendra Putra Yanis |Cello|, Aristofani Fahmi |Flute|, Viogi Rupiyanto |Biola dan vocal|, Fitrah Giring |Calempong dan Vocal|, Violano Rupiyanto | Gambus dan calempong |serta Loni Jaya Putra | Perkusi Drum|.

Hadiri dan nikmati secara gratis serta mari kita saling berdiskusi

Salam Sembah Dari Tanah Tua Melayu

Riau Rhythm Chambers Indonesia