Ozasia Festival 2016 : Welcome To Adelaide, Suvarnadvipa

Bertolak dari Pekanbaru menuju jakarta pada tanggal 21 September 2016, berjumlah 10 Orang yang terdiri dari ( 8 Pemain, 1 Manager dan 1 Sound Engineer), Team Riau Rhythm Chambers Indonesia siap untuk memulai perjalanan menuju Premiere Performance – Album Suvarnadvipa di Adelaide, Australia. Di Jakarta, Rombongan telah ditunggu oleh Dara Hanafi dan Gading Paksi yang akan bekerja sama dengan team Riau Rhythm, sedangkan Sang Produser Rama Thaharani ( Independent Arts Producer) dari pihak Badan Ekonomi Kreatif Indonesia sudah berada di Adelaide sehari sebelumnya.

Bagi beberapa team Riau Rhythm, perjalanan ke luar negeri ini adalah pengalaman pertama yang sangat ditunggu baik dari perjalanan dan kecemasan untuk bertahan dalam perbedaan cuaca yang sangat ekstrem dari Pekanbaru. Hal tersebut adalah bagian dari cerita perjalanan yang menyenangkan. Sampai di Adelaide pukul 08:00 Waktu setempat ( perbedaan 2 Jam dari Pekanbaru). Sambutan angin dingin pun mulai menyapa rombongan dan menyergap seketika saat pintu keluar terbuka.

Sambutan Hangat dari Dave Sleswick serta Jala Adolphus membuat rombongan sangat nyaman untuk kesan pertama di adelaide, setelah sebelumnya pihak bandara dalam proses clearance peralatan instrumen kami juga sangat ramah untuk menanyakan setiap detail dokumen yang harus dilakukan klarifikasi informasi. Total bagasi 318 Kilogram pun mulai kami masukkan di dua mobil jemputan menuju penginapan di Hotel Intercontinental Adelaide.

Setelah sampai di Hotel dan melakukan pengecekan terhadap seluruh alat instument serta anggota, kami pun langsung diajak oleh Mbak Rama Thaharani mengecek Venue yang bakal menjadi tempat kita perform pada hari Minggu 25 September 2016, 07:30 PM. Elder Park, adalah tempat untuk Outdoor Concert Series seluruh group musik pada pagelaran Ozasia Festival 2016 Tahun ini. Menyenangkan sekali melihat bagaimana panitia menyulap sebuah taman menjadi tempat pertunjukan yang menarik.

Malam Harinya kami mendapatkan undangan Ozasia Festival Opening Night di Dunstan Playhouse. Dihadiri oleh seluruh pengisi acara serta para pejabat disana, hal tersebut sangat menggambarkan dukungan semua pihak atas berlangsungnya Ozasia Festival.

Pada kesempatan Ozasia Festival Opening Night di Dunstan Playhouse tersebut kami menggunakan setelan Jas dan Batik yang menandakan tentang Indonesia. Alhasil kami pun mudah dikenali oleh pengunjung lainya dan surprise banget banyak yang mengenal Indonesia dan cukup akrab bagi mereka, bahkan di lobi hotel pun kami sempat bertemu dengan orang australia yang menggunakan batik menyapa kami dan bertanya ” How Many Batik You Have? I have 21 Batik”. Kami langsung tertawa mendengar hal tersebut dan salut sama koleksi beliau, karena koleksi batik kami tidak sebanyak beliau. Pada kesempatan itu, kami bertukar CD dengan Group Musik asal hongkong SIU2 setelah acara sempat dimulai dengan obrolan ringan dan saling mengapresiasi karya melalui cerita singkat.

Malam itu juga manager kami bertemu dengan Mas RIANTO, Dancer Internasional asli Banyumas yang mengenali dari batik yang kami gunakan. Mas Rianto adalah teman semasa kuliah Flutist Kami, Aristofani. Cerita panjang malam itu pun terus berlanjut tentang kiprahnya di dunia internasional yang membawanya sampai ke titik sekarang ini. Kami sangat excited mendengarkan sharing dari Mas Rianto, banyak insight yang kami petik untuk selalu berproses tanpa lelah karena hasil dari sebuah proses serius dan panjang akan terlihat saat waktunya tiba.

Adelaide semakin dingin dimalam hari, angin juga semakin erat merengkuh tulang-tulang kami diluar namun obrolan dan semangat ber-Networking bersama orang-orang baru pun tidak menyurutkan kami mengunjungi pertunjukan pertama yang kami saksikan di Elder Park untuk mengetahui tingkat adaptasi suhu pada saat kami harus tampil hari minggu 25 September. Group Musik dari India, The Raghu Dixit Project Group musik india ini menampilkan sound khas dengan tarian yang mengajak penonton menari dan bernyanyi mengusir dingin yang mencengkram malam itu.

Welcome To Adelaide, Suvarnadvipa! Riau Rhythm Chambers Indonesia