Solo dan Cerita Tentang SIPA 2017 [1]

Tahun 2017 merupakan penyelenggaraan SIPA kali ke-9, Pergelaran pada tahun – tahun sebelumnya, 2009-2016, selalu sukses penyelenggaraannya. Setiap malam, dari tiga malam penyelenggaraannya, selalu dihadiri tak kurang 10.000 penonton menjadi sebuah pertunjukan yang patut kami tunggu untuk menjajal panggung Spektakuler tersebut.

Berangkat pada tanggal 07 September 2017 bertolak menuju Solo dari Pekanbaru yang ditempuh Kurang lebih 6 Jam Perjalanan transit di Jakarta cukup melelahkan namun tidak bagi kami yang sangat menikmati setiap perjalanan. Sesampai di Bandara Adi Soemarmo pukul 18:00 sambutan hangat dari Panitia SIPA Festival 2017 sudah menunggu kami dengan bus jemputan yang membawa kami menuju penginapan Hotel Megaland namun sebelumnya jamuan makan malam istimewa di Legi Resto.

Jamuan Makan Malam @sipafestival di Legi Resto. _ Selamat Makan #sipafestival #suvarnadvipa

A post shared by Riau Rhythm Chambers Indonesia (@riaurhythm) on

Komunikasi terus terjalin dengan panitia SIPA 2017 karena pembukaan Acara hari pertama kami ingin hadir melihat panggung megah dan para penampil diantaranya adalah Penampilan “Cry Jailolo” karya Mas Eko Supriyanto. Karya tari yang sangat fenomenal yang telah melanglang buana pementasanya di dunia internasional. Kamipun berkesempatan untuk berjumpa dengan beliau dan berfoto bersama dengan Mas Eko Supriyanto yang merupakan Maskot dari Pagelaran SIPA Festival 2017.

Rasa lelah selama perjalanan terbayar dengan warung kopi yang tersedia di venue serta bertemu kawan-kawan seniman yang berbaur di area penonton. Tak kalah pentingnya adalah kami sempat menikmati Gaya Gayo Lues plus yang paling kita tunggu adalah penampilan “Cry Jailolo”.

Akhirnya dipertemukan kesempatan menonton karya spektakular mas @ekopece "Cry Jailolo" di Panggung @sipafestival

A post shared by Riau Rhythm Chambers Indonesia (@riaurhythm) on

Crowd malam pertama membuat adrenalin kami semakin terpacu karena melihat megah lighting dan kamera yang tajam mengeskplorasi detail Panggung dan penyaji karya. Kami hadir sampai dengan acara selesai dan menyempatkan bertemu dengan Mas Eko Supriyanto dan berfoto bersama. Sayang sekali beliau harus bertolak ke Bandung karena ada acara yang harus dihadiri namun beliau meninggalkan pesan melalui komentar di akun instagram kami tentang apresiasi kedatangan Riau Rhythm di Solo International Performing Arts 2017.

Hari pertama kami di SOLO tidak berhenti sampai dengan acara SIPA hari pertama berakhir karena dari Benteng Vastenburg kami masih melanjutkan agenda selanjutnya, LATIHAN di Rumah Banjarsari ( Art Space Community) yang waktu itu sudah menunjukkan pukul hampir 00:00 WIB namun karena kami sadar untuk besok tidak ada lagi waktu latihan yang sebenarnya adalah sinkronisasi dengan Cellist Riau Rhythm ( Abeeb) menggantikan Ade yang tidak dapat bergabung tour solo kali ini.

Rumah Banjarsari sangat nyaman dan bikin betah, namun pukul 01:30 WIB latihan harus kita sudahi dan terima kasih kawan-kawan seniman solo yang turut menemani kami latihan santai di teras rumah banjarsari.

Demikian perjalanan kita di SIPA Festival 2017 Hari Pertama,Nantikan Cerita kami selanjutnya.